Air Radiator Mobil tumbnail google

Biar Aman, Ini Cara Mengisi Air Radiator Mobil yang Benar

Air Radiator Mobil tumbnail google
Close-Up Of Man Topping Up Windshield Washer Fluid In Car

Cara Mengisi Air Radiator Mobil yang Benar dan Aman

Cara mengisi air radiator mobil sebenarnya sangat mudah. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar kinerjanya tetap maksimal dan aman.

Radiator merupakan salah satu komponen pendingin yang ada pada mobil. Komponen ini memiliki peran sangat penting untuk melancarkan kerja mesin.

Dalam kinerjanya, radiator menggunakan air yang mana air radiator mobil harus dicek secara berkala agar tidak sampai kurang dan kehabisan.

Pasalnya, air radiator yang kurang dapat mengakibatkan suhu mobil meningkat. Oleh karena itu, agar air radiator tetap dalam kondisi aman, harus dicek secara berkala.

Lalu, kalau air radiatornya habis, bagaimana cara mengisinya? Berikut uraian singkat cara mengisi air radiator yang benar.

Pastikan Mesin Mobil dalam Kondisi Dingin

Sebelum Anda membuka tutup radiator untuk melakukan pengisian atau hanya sekedar mengecek kondisinya, pastikan mesin dalam kondisi dingin. Idealnya, pengecekan radiator dilakukan saat pagi hari ketika mesin masih dalam kondisi dingin karena mobil belum dinyalakan.

Mobil yang didalamnya tidak terdapat tabung reservoir radiator, akan sangat membahayakan jika tutup radiatornya dibuka saat mesin mobil dalam keadaan panas. Hal ini disebabkan karena jika mesin dalam kondisi panas dan tutup dibuka, air radiator akan muncrat dan mengenai Anda.

Jika air radiator panas tersebut mengenai kulit Anda, maka kulit akan melepuh seperti luka bakar. Oleh karena itu, ketika Anda hendak membuka tutup radiatornya, pastikan dulu bahwa mesin mobil tidak dalam kondisi panas.

Periksalah Kondisi Air Radiator

Sebelum Anda melakukan pengisian, periksalah kondisi air radiatornya terlebih dahulu. Cek apakah air radiator Anda keruh, sehingga perlu diganti atau masih bersih namun hampir habis. Jika air radiator telah berubah menjadi keruh, Anda harus segera mengurasnya lalu ganti dengan yang baru.

Menjaga kebersihan air radiator merupakan hal yang sangat penting, karena jika air dalam kondisi keruh dapat mengakibatkan air radiator mampat dan mengganggu kinerja mesin.

Pengecekan seperti ini bisa Anda lakukan secara berkala agar air radiator tetap dalam kondisi aman.

Nah, jika air radiator ketinggiannya berada di bawah batas maksimum namun masih bersih, maka Anda harus segera melakukan pengisian. Namun, bagi mobil yang tidak memiliki reservoir, Anda cukup mengira-ngira ketinggiannya melalui air pada tabung radiator.

Dengan memeriksa berapa ketinggian air radiator tersebut, setidaknya Anda telah mendapat sedikit gambaran berapa jumlah air yang nantinya akan dituangkan ke dalam tabung reservoirnya. Hal ini sangat perlu dilakukan agar saat mengisi air radiator ukurannya pas.

Gantilah Air Radiator yang Lama dengan yang Baru

Langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan setelah mengecek kondisi air radiator adalah membuang air lamanya kemudian menggantinya dengan yang baru. Tahap ini bisa Anda lakukan jika air radiator dalam kondisi keruh.

Cara menggantinya juga cukup mudah Anda lakukan. Pertama, Anda harus membuka tutup air radiatornya terlebih dahulu. Buka juga baut yang berada di bagian pembuangan tepatnya di bagian bawah radiator. Tunggu sampai air radiatornya mengalir ke tempat pembuangan sampai habis.

Nah, jika air radiator mobil sudah keluar, maka Anda sudah bisa melakukan pengisian. Pada proses yang satu ini, mesin mobil harus dalam keadaan menyala agar air radiator dapat keluar semua. Namun harus diingat, pada proses pengisian radiator jangan saat mesin dalam keadaan panas.

Sebelum melakukan pengisian, jangan gunakan mobil terlebih dahulu agar mesin tetap dalam kondisi dingin.

Jika mesin sudah dalam kondisi dingin, barulah Anda dapat menyalakan mesin dan membuka tutup radiatornya untuk melakukan pengisian atau sekedar mengecek kondisi airnya.

Jangan Lupa Menggunakan Corong

Mengisi air radiator sebenarnya bukanlah hal yang sangat sulit. Anda pun tidak perlu sampai membawanya ke bengkel, cukup dilakukan sendiri di rumah. Namun, ketika melakukan pengisian, siapkan sebuah corong bersih untuk membantu Anda mengisi air radiatornya.

Lubang tabung radiator memiliki ukuran yang sangat kecil, sehingga ketika Anda hendak melakukan pengisian, airnya jangan langsung menuangkannya tanpa menggunakan alat bantu. Bukan tidak  mungkin ini akan membuat air tercecer dan terbuang percuma jika Anda langsung menuangkannya.

Selain karena terbuang sia-sia, air yang tercecer tersebut pun juga dapat membahayakan. Air radiator tersebut bisa saja menyebabkan terjadinya korsleting listrik maupun membuat komponen berkarat. Selain itu, mesin yang terkena air radiator bisa saja mati.

Oleh karena itu, ketika Anda melakukan pengisian air radiator mobil, jangan lupa memakai alat bantu, seperti sebuah corong. Pemakaian corong seperti ini dapat memberi kemudahan dan meminimalisir tercecernya air radiator sehingga terbuang percuma.

Isi Air Radiator dengan Ukuran yang Pas

Pengisian air radiator jangan sampai terlalu berlebihan, apalagi kurang. Isilah dengan ukuran yang pas, sampai batas maksimumnya saja, jangan sampai melebihinya. Pengisian air radiator yang terlalu berlebihan juga akan membahayakan.

Meskipun jarak batas maksimum dengan tutup reservoirnya terbilang masih jauh, hentikan pengisiannya. Bila pengisian melebihi batas maksimum, ada hal yang sangat dikhawatirkan ketika mobil tengah berjalan.

Ketika mesin hidup dan mobil berjalan, air radiator akan mengalami sirkulasi yang nantinya akan kembali ke tabung lagi.

Jika air radiator dalam kondisi terlalu penuh, pasti akan secara langsung mengarah pada bagian pembuangan.

Sebagaimana sebelumnya dijelaskan, jangan lupa, ketika Anda melakukan pengisian air radiator, mesin mobil harus dalam kondisi menyala. Hal ini dilakukan agar air yang berada pada sistem pendingin mesin semuanya keluar dan diganti dengan air radiator yang baru.

Namun, sebelum Anda hendak menghidupkan mesin, pastikan AC dalam keadaan mati. Kemudian, Anda dapat menghidupkan mesin sampai setengah temperatur dan tunggu sampai kipas yang ada pada radiator berputar.

Perlu Anda ketahui, cairan yang bisa digunakan untuk mengisi radiator sangatlah banyak. Salah satunya adalah air biasa, seperti air dari kran. Namun, air biasa seperti ini titik didihnya rendah dan saat menguap memiliki kadar yang tinggi, sehingga akan cepat habis.

Meski mengisi radiator juga bisa menggunakan air biasa, namun yang paling disarankan dan dinilai paling tepat dalam hal ini adalah coolant.

Coolant merupakan cairan khusus yang dapat menyerap panas dengan baik dan mencegah terjadinya korosi, sehingga sangat aman digunakan.

Jangan Lupa Menutupnya Sampai Rapat

Langkah terakhir dari cara mengisi air radiator adalah memastikan menutup penutup tabung radiatornya sampai rapat. Jika Anda tidak menutupnya hingga benar-benar rapat, dikhawatirkan ketika mesin menyala dan radiator mendapatkan tekanan, air dapat meluber dan tutupnya terpental.

Akan sangat membahayakan jika air radiator yang meluber tersebut sampai mengenai komponen yang ada pada mesin mobil, karena dapat mengakibatkan mesin menjadi panas. Apabila keadaan seperti itu dibiarkan, maka secara tiba-tiba mesin mobil Anda bisa mati.

Mudah bukan cara mengisi air radiator mobil Anda? Namun, harus benar-benar diperhatikan ya saat Anda hendak melakukan pengisian air radiator, agar tetap aman dan mesin dapat bekerja dengan baik dan maksimal. terapkan juga panduan di atas dengan baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *