Lampu Indikator Check Engine tumbnail google

Lampu Indikator Check Engine Menyala, Ini Penyebab dan Solusinya

Lampu Indikator Check Engine tumbnail google

Lagi mengemudi tiba-tiba Lampu indikator check engine pada panel instrumen menyala, jangan panik dulu. Ini dia penyebab dan solusi indikator check engine menyala.

Siapa yang tidak panik ketika lagi santai mengemudi tapi tiba-tiba lampu indikator check engine pada panel instrumen menyala?

Langkah yang dilakukan, biasanya pengemudi otomatis akan menepikan mobil ke tempat aman, dan membuka kap mesin sambil bertanya “kenapa ini mobil saya?”.

Padahal belum tentu masalah dari indikator check engine yang menyala ada di balik kap mesin atau sesuatu yang berhubungan dengan mesin mobil Anda.

Kecuali jika memang mobil Anda mesinnya mengalami gejala seperti terus-terusan brebet, atau mesin pincang. Sebaiknya jangan dipaksa, segera panggil derek dan kunjungi bengkel terdekat.

Indikator check engine tidak selalu menginformasikan kerusakan fatal pada mesin atau sistem elektronik mobil. Biasanya lampu indikator check engine muncul saat mobil dalam keadaan stand by, dan akan mati saat mobil dinyalakan.

Namun, jika indikator check engine tetap berkedip saat mobil dinyalakan berarti ada beberapa penyebabnya. Bisa saja karena soket kendor, kemasukan air, kebocoran pada radiator, kabel terputus, sensor rusak, atau bahkan ECU mengalami sedikit kerusakan.

Namun bisa juga disebabkan oleh komponen lain tidak terpasang dengan benar.

Nah, ini dia penyebab dan solusi indikator check engine menyala.

Tutup bensin tidak rapat

Tutup bahan bakar yang terbuka atau kurang rapat oleh sensor pada ECU dianggap dapat membahayakan bagi yang berada di dalam mobil atau lingkungan sekelilingnya. Penguapan pada bahan bakar dapat mengakibatkan kebakaran dan berakibat fatal. Apabila indikator check engine menyala, tetapi Anda tidak merasakan ada yang salah pada mobil, bisa jadi penutup tangki bahan bakar inilah penyebabnya. Segera berhenti menyetir, eratkan penutup tangki bahan bakar, dan cek apakah ada kebocoran yang terjadi.

 

Filter udara

Selain tutup tangki bahan bakar yang tidak tertutup sempurna atau tidak rapat, indikator check engine juga akan menyala apabila filter udara kotor atau perlu diganti. Filter udara ini erat kaitannya dengan mass airflow sensor yang berfungsi menentukan jumlah bahan bakar yang harus digunakan berdasarkan udara yang masuk ke mesin mobil. Bila filter udara sudah terlalu kotor, debu atau kotoran dari luar dapat masuk dan menghambat suplai udara yang masuk ke ruang bakar. Mayoritas mass airflow sensor yang rusak disebabkan oleh pemasangan filter udara yang kurang tepat, filter udara terlalu kotor, atau justru perlu diganti. Idealnya, filter udara dibersihkan tiap 10.000 kilometer dan wajib diganti tiap 40.000 kilometer. Namun, ada juga beberapa mobil yang membutuhkan penggantian filter udara lebih cepat dari jarak tersebut karena faktor eksternal atau lingkungan. Sebenarnya Anda masih bisa mengemudi hingga beberapa bulan meskipun mass airflow sensor rusak, tetapi mesin akan kehilangan tenaga dan bahan bakar cepat boros.

 

Sensor oksigen

Komponen ini berfungsi untuk memonitor oksigen di knalpot dan menentukan banyaknya bahan bakar yang terbakar. Jika sensor oksigen (O2) rusak atau tidak bekerja dengan semestinya maka bisa mengganggu kinerja mesin dan merusak catalytic converter. Umumnya, masalah disebabkan oleh tertutupnya sensor oksigen oleh oli dari waktu ke waktu sehingga mengurangi kemampuan sensor untuk mengolah oksigen dan bahan bakar.

 

Catalytic converter

Catalytic converter mampu mengubah karbon monoksida dan zat-zat berbahaya lainnya menjadi senyawa yang aman bagi lingkungan. Salah satu tanda jika catalytic converter mengalami kerusakan adalah bahan bakar yang lebih cepat habis atau mobil tidak memiliki tenaga untuk melaju bahkan pedal gas diinjak dalam-dalam, selain jumlah gas buang yang tidak stabil. Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal ini jika sudah rutin melakukan servis. Penyebab lainnya bisa jadi karena sensor oksigen yang rusak sehingga catalytic convertor tidak bisa melakukan proses konversi.

 

Busi dan kabel

Suku cadang yang satu ini memang kecil, tapi jika sudah bermasalah berpengaruh besar pada kinerja mobil. Busi yang terganggu kinerjanya dapat membuat konsumsi bahan bakar pada mobil menjadi lebih boros akibat pembakaran yang kurang optimal pada ruang mesin. Tugas busi lah yang memantik api agar pembakaran pada ruang mesin dapat berjalan. Selain itu, kabel busi yang sudah mulai getas atau tidak terpasang dengan sempurna pun akan mengurangi pembakaran dan kinerja busi. Karena itu, agar pembakaran lebih sempurna dan tiba-tiba indikator check engine menyala, Anda disarankan untuk mengecek busi dan kabelnya. Jika sudah kotor, bisa dibersihkan, namun lebih optimal diganti sekalian yang baru. Penggantian busi biasanya dilakukan pada jarak pemakaian 20.000 kilometer.

 

Cek aki

Usaha terakhir bila lampu check engine menyala adalah dengan mengecek pada bagian aki. Anda dapat mencabut kabel konektor negatif pada aki lalu tunggu selama tiga detik. Jika sudah pasang kembali kabel konektor negatif pada kubunya. Jika sudah dilakukan tapi lampu indikator check engine masih menyala, kemungkinan ada kerusakan pada sensor mobil Anda.

 

Cara ini hanya untuk mengetahui sensor apa saja yang mengalami masalah atau kerusakan. Jika ditemukan, segera bawa mobil Anda ke bengkel resmi untuk perbaikan atau mengganti sensor yang rusak tersebut.

Jadi, lain kali jika indikator check engine pada panel instrumen menyala jangan panik dulu. Periksa saja dulu bagian-bagian yang tersebut di atas.

Tapi selalu ingat pepatah lebih baik mencegah dari pada mengobati. Lebih baik rajin servis berkala daripada lampu indikator check engine keburu menyala.

3 thoughts on “Lampu Indikator Check Engine Menyala, Ini Penyebab dan Solusinya”

  1. Met siang, saya ingin berbagi sedikit tetang nyala Check Engine. Saya membeli Suzuki Ertiga Second thn 2018 (pembelian thn 2014) saya gunakan setelah 2 thn aman saja sampai di thn 2020, waktu kami liburan thn 2020 bln januari mobil di tinggal di rumah dan kabel Oxigen Sensor bawah di gigit anjing, dan langsung saya bawa ke bengkel resmi karena sejak saya membeli second selalu di bengkel Resmi Suzuki, singkat cerita diganti baru, tetapi setelah berjalan 3 bln sensor tsb nyala kembali dan diganti dgn baru (msh masa garansi) tetapi 3 bln berikutnya menyala kembali dan diagnosa adalah Oxigen sensor atas kemudian diganti, tetapi tidak bertahan lama dan diminta kembali untuk 2x sensor bawah untuk diganti ketika saat service berkala berikutnya. Saya mencoba untuk second opinion di tempat service yg memiliki alat Komputer dan hasil baca bukan pada sensor Oxigen tp pada tgl 27/7/2020 terindikasi stabilisasi sensor bank 1,artinya pengapian tdk stabil tetapi tdk diganti hanya di service, satu bulan kemudian tgl 28/8/2020 menyala kembali dan terdeteksi Sensor cam shaft Sensor crankshaft Timing chain(kamrat) dan diganti. dan pada bln 2 thn 2021 kembali menyala CE (Check Engine) dan dicoba dgn Oxigen sensor yg lama dan bisa CE mati tanpa di reset, setelah satu bulan nyala kembali dan pengecekan pada komputer Curent tdk terdeteksi tp terdeteksi pada History dan dilakukan Reset, kemudian pada bln April 2021 menyala kembali setelah dua bln tetapi pengecekan pada computer tidak ada yg rusak (Curent cek) sekalian service berkala setelah 3 bln dan hanya dilakukan reset. Mohon jika ada solusi yg bisa saya sampaikan ke pihak bengkel mohon untuk bisa mengirimkan ke e-mail saya. Trims untuk bantuannya dan sharing saya sdh di respon.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *